Rabu, 12 September 2007 18.17

Bobot Sarang DiMusim Kemarau

Anggapan bobot sarang turun pada musim kemarau tak berlaku di Sedayu, Gresik, Jawa Timur. Di sana bobot sarang malah naik ketimbang musim hujan. Itu terlihat dari 8 bulan pengamatan terhadap 25 sarang walet di rumah walet model piggy back. Empat bulan musim kemarau, Mei-September, bobot rata-rata 10,7882 g/sarang. Padahal musim hujan hanya 8,9085 g/sarang.

Dari penelitian didapat 88% walet setia menempati tempat asal bersarang di rumah walet 5 lantai setinggi 14 m yang dipakai tempat uji coba. Bangunan bercat putih itu dilengkapi lubang walet berukuran 100 cm x 30 cm, normalnya 40 cm x 14 cm agar walet mudah masuk. Suhu ruangan berkisar 25-27oC terasa sejuk karena ventilasi cukup banyak

Agar kelembapan terjaga pada kisaran 95-98%, di setiap lantai yang memiliki 6-9 kamar ditaruh 2-3 kolam berisi air. Luasan kolam 3 m x 3 m dan kedalaman 30 cm. Pada musim hujan jumlah kolam dikurangi sehingga ruangan tidak terlalu lembap. Kelembapan di atas 98% dapat membuat sarang berubah warna menjadi abu-abu.

Selain lingkungan dalam rumah walet, lokasi rumah turut andil menaikkan bobot sarang. Bangunan dekat sumber pakan menjadi pilihan pas. Bangunan yang diamati penulis dikelilingi rawa dan berada 7 km dari pantai utara Jawa. Duapuluh kilometer dari tempat itu tampak jejeran hutan jati. Sungai Bengawan Solo membentang di sebelah selatan lokasi. Itulah lintasan walet saat terbang mencari serangga yang memang menyukai daerah lembap dan berair.
Memang pada musim penghujan produksi pakan melimpah. Namun, pada musim itu walet tergesa-gesa membuat sarang agar cepat bertelur. Hasilnya, bobot sarang lebih ringan dan tipis. Berbeda pada musim kemarau. Meski kecenderungan sumber pakan berkurang, tapi walet tetap aktif memproduksi liur. Itu karena persaingan memperoleh pakan berkurang. Maklum sebanyak 12% walet muda biasanya pergi mencari pakan ke tempat lain.
(dikutip dari majalah trubus)

1 komentar:

4 Februari 2009 01.27

Saya kurang setuju apabila di musim kemarau berat sarang lebih berat dikarenakan oleh musim kemarau dan musim hujan berhubungan dengan makanan yang tersedia oleh alam. Akan tetapi saya kira masa panen yang lebih lama di musim kemarau yang menyebabkannya disamping ada juga rontok bulu dan di musim kemarau kodisi sarang akan lebih kotor dan juga bentuk serta kondisi sarang tidak sebaik di musim penghujan terutama warnanya.

Tinggalkan Pesan


Free shoutbox @ ShoutMix

Kurs Valuta Asing

 JualBeli
USD9175.008975.00
SGD6281.006123.00
HKD1184.101156.30
CHF7798.107610.10
GBP18730.3518269.35
AUD8306.108089.10
JPY78.5676.28
SEK1439.751393.55
DKK1763.151705.15
CAD9405.259152.25
EUR13043.8812732.88
SAR2462.552394.55
Sumber BCA

Tracking Visitor